Minggu, 09 Februari 2014

PHYCHEDELIC GRAPICH

 A.   Pengertian Phychedelic Graphic

Nama psychedelic adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh dokter jiwa Humphry Osmond pada 1957, berkaitan erat dengan psychedelic drugs, yaitu suatu pengalaman perasaan akibat obat bius, atau kegembiraan besar yang dapat membebaskan pikiran dari belenggu.

Diciptakan sebagai suatu alternatif untuk mengobati ketergantungan psikoterapi perasaan akibat obat bius. Popular digunakan di kalangan kaum muda pada saat itu, terutama seringkali ditemui pengunaannya pada konser-konser music rock. ciri dari musik jenis ini adalah lagunya yang panjang-panjang dan tema musik yang melayang-layang, warna-warni (oranye, pink, merah). Hal ini terkait dengan narkoba yang mereka gunakan.

Kata " psychedelic " berarti " pikiran manifesting " yaitu seni yang terinspirasi oleh pengalaman psychedelic yang disebabkan oleh obat-obatan , dan mengacu atas semua untuk gerakan seni dari tahun 1960-an . Seni visual Psychedelic adalah mitra musik psychedelic rock . Poster konser , cover album , lightshows , mural , buku komik , surat kabar bawah tanah dan lebih tercermin sentimen politik, sosial dan spiritual.
              Psychedelic merupakan salah satu cabang musik rock yang ada di tahun 60-an. Pengertian dari psycedelic sendiri adalah ketenangan jiwa yang terpengaruh rasa birahi dan seni cinta perasaan serupa itu akibat obat bius. Nama psycedelic memang berkaitan erat dengan psycedelic drugs yang di bawa budaya hippies pada tahun 60-an yang berkembang di San Fransisco, kemudian mempengaruhi musisi-musisi rock pada masa itu. Gaya-gaya tipografi pada Psychedelic terpengaruh oleh Art Nouveau, tetapi terdapat pemadatan, bentuknya curvilinear dan berupa handwriting. Pada pewarnaan terpengaruh gaya Pop Art dengan warna-warnanya yang mencolok dan ramai. Kekhasan seni psychedelic seperti penggunaan repetis warna-warna cerah, kombinasi objek-objek tanpa relevansi, tarikan-tarikan garis atau penggunaan objek-objek geometris secara berulang, menjadi semacam panduan untuk mengkategorikan sebuah karya yang patut diberi label psychedelic. Gaya psychedelic ini mewakili jenis musik rock yang tidak terlalu keras.
Konsep warna psychedelic sendiri merupakan permainan warna-warna berani yang seolah-olah menggambarkan imajinasi pada saat seseorang sedang “high” karena terpengaruh obat-obatan kemudian menggunakan garis lengkung dan lentur yang membuat gambar menjadi tidak realistis dan tidak jelas

B.    Sejarah

Sejarah Phychedelic graphic berawal dari Graphic design yang diperkenalkan William Addison, Dwiggins seniman tipografi Amerika pada tahun 1922. Kata ini dikemukakan untuk membedakan antara proses disain dan cetak. Sebelumnya mekanisme cetak mencetak bercampur menjadi 1 dengan bidang periklanan. Pada akhir abad 19, pasar mengkehendaki sesuatu yang lebih spesifik. Pada awalnya seorang pekerja grafik mempunyai beberapa pekerjaan yang begitu luas. Dia adalah seniman ilustrasi, penciptaan bentuk – bentuk gaya pada master cetak kayu dan semua hal yang berkaitan dengan teknik mencetak yang berbasis seni kerajinan. Hingga kata graphic design diciptakan untuk membedakan perencanaan dan eksekusi. Ada 6 era pembahasan graphic design yaitu
1.     A new profession era
Di era ini, Disain grafis sebagai profesi baru tumbuh di Eropa awal abad 19 Contohnya yaitu Art and Craft Movement yang dimulai di Inggris tahun 1851 melalui sebuah pameran The Art Exhibition at The Crystal Palace dimotori oleh William Moris dan John Ruskin.
2.    The New Design Experiment Era
Di era ini Seni disain grafis memperoleh moment pada puncaknya pecah perang dunia I
hingga akhir masa perang di seluruh daratan Eropa dan Amerika. Porter- poster perang dunia I menunjukkan seni propaganda dengan persuasi tinggi ditujukan untuk menggugah moral dan memperoleh dukungan public. Contohnya yaitu Gaya Futurism Pada tahun 1909 di Itali, Gaya Art Deco dan aliran construktivisme.
3.    Mid Century
Pada Pertengahan abad 20, perkembangan disain grafis merebak di Amerika dengan dipicu oleh pertumbuhan perusahaan corporasi global yang membuka cabang di berbagai Negara menjadikan pertukaran gaya dan warna disain dari manapun dan muncul asosiasi disain internasional mempromsikan standard grafis internasional memungkinkan disainer dari berbagai belahan dunia bertemu di satu even exhibition internasional.
4.    Pop subversion & al ternatives era
Pada era ini lah muncul desain grafis dengan nama Psychedelic pada tahun 60-an yang muncul sebagai sub culture generasi muda Amerika Inggris yang menamakan diri the flower generation dengan menciptakan gaya psychedelic untuk mengekspresikan kebebasan mereka, pemberontakan terhadap kemapanan, gaya hidup pohemian, bebas dan rock ‘n roll sekaligus frustasi / anti perang Vietnam dan kemapanan social. Gaya disain psychedelic umumnya dihiasi ornamentasi sulur ala art nouveau, Autria, Indian art dan warna – warna saat seseorang dipengaruhi obat – obat psikotropika. Jika dikaji dengan standard modern, disain – disain psychedelic adalah non standard;break the rules dengan dialek visual khas kelompok sub kultur tertentu (vernakuler) dan masa lalu (retro).
5.    Post Modern
Disain grafis Post modern secara frontal dan kritis mempertanyakan ulang dogma –
dogma disain modern.
6.    Digital Era
Desain grafis sangat berkembang pesat hingga di akhir abad 20 disain grafis mengalami perombakan fundamental, dengan ditemukannya teknologi dgital revolusi di bidang tipografi.


SEJARAH & PERKEMBANGAN PHYCHEDELIC GRAPHIC
A.   Akhir Perang Dunia II pada tahun 1945
Pada Akhir Perang Dunia II pada tahun 1945  membawa sebuah ledakan ekonomi pasca-perang di Amerika Serikat, perang ini juga membawa sebuah lonjakan besar dalam tingkat kelahiran, yang dikenal sebagai "baby boom" Antara tahun 1945 dan 1957 hampir 76 juta bayi lahir di Amerika.  Sehingga Pada 1960-an tengah, sebagian besar anak-anak ini tumbuh menjadi orang dewasa muda. Sebagai anak muda ini "baby boomers" mempertanyakan materialisme Amerika dan norma-norma budaya dan politik konservatif. Selama tahun 1960-an gerakan pemuda-pemuda  sejati ini muncul yaitu berusaha untuk menciptakan masyarakat egaliter yang bebas dari diskriminasi Di masa ini akhirnya banyak muncul Festival dan konser musik dengan fitur prominant dari tahun 60an lanskap, dan musisi seperti Jimi Hendrix, The Grateful Dead, The Who, Janice Joplin adalah super-bintang hari dan lingkungan dengan penggunaan narkoba, kebebasan seksual, dan ketidaksesuaian
B.    Aliran Phychedelic pada tahun 1960-an
Kalau dilihat dari sejarahnya, memang pada (pertengahan?) tahun 1960-an muncul musik yang beraliran “Psychedelic”. Aliran ini muncul di Inggris dari kultur hippies yang senang bereksperimen dengan narkoba yang menghasilkan halusinasi, seperti LSD dan heroin. Ciri-ciri dari musik jenis ini adalah lagunya yang panjang-panjang dan tema musik yang melayang-layang, warna-warni (oranye, pink, merah). Hal ini terkait dengan narkoba yang mereka gunakan. Artis atau band yang termasuk jenis ini adalah Pink Floyd, Soft Machine. Beberapa group musik yang terkenal kala itu, seperti the Beatles, juga memasukkan unsur psychedelic dalam albumnya, seperti dalam album “Sgt. Pepers’s Lonely Hearts Club Band”. Di Amerika Serikat, hal yang sama juga terjadi. Adanya generasi flower power, peace, Mr. Groovy(?), sharring (house, dope, dan lain-lain). Musisi yang terkenal dari Amerika pada gelombang ini adalah Grateful Dead (Jerry Garciadan kawan-kawan), Jefferson Airplane. Dari psychedelic rock, muncul gabungan musik klasik dengan rock yang kemudian disebuh progressive rock, art rock, classic rock. Selain itu, memang musik-musik rock juga mulai dibawakan secara kolosal oleh London Symphony Orchestra. Contoh lagu yang dibawakan antara lain: “Stairway To Heaven,” “Ruby Tuesday,” “Another Brick In The Wall,” dan masih banyak lainnya. Selain itu Karya seni Peter Max ' s juga merupakan bagian dari gerakan psychedelic dalam desain grafis . Karyanya telah banyak ditiru dalam ilustrasi komersial pada akhir 1960-an dan awal 1970-an . Pada tahun 1970 , banyak produk dan poster Max yang ditampilkan dalam pameran " The World of Peter Max " yang dibuka di MH de Muda Memorial Museum di San Francisco .
            Wes Wilson adalah salah satu desainer paling terkenal poster psychedelic Secara khusus, ia dikenal karena menciptakan dan mempopulerkan sebuah "psychedelic" huruf sekitar tahun 1966 yang membuat surat-surat terlihat seperti mereka bergerak atau mencair.
C.    Phychedelic dalam iklan korporat pada tahun 1970-an
Pada akhir 1960-an, potensi komersial dari seni psychedelic telah menjadi sulit untuk diabaikan. banyak iklan perusahaan lain dari akhir 1960-an yang menampilkan tema psychedelic, General Electric, misalnya, dipromosikan jam dengan desain oleh seniman New York Peter Max. Beberapa perusahaan yang lebih eksplisit terkait diri dengan psychedelica antara lain CBS, Neiman Marcus, dan NBC semua fitur iklan benar-benar psychedelic antara 1968 dan 1969.  Seni Psychedelic juga diterapkan pada LSD sendiri. LSD mulai diletakkan di atas kertas tinta pada awal tahun 1970 dan ini menimbulkan suatu bentuk seni khusus dekorasi kertas tinta.. Mark McCloud adalah otoritas yang diakui pada sejarah LSD tinta seni.
Tahun-tahun awal 1970-an banyak pengiklan yang menggunakan seni psychedelic untuk menjual array terbatas barang-barang konsumsinya. Produk rambut, mobil, rokok, dan bahkan pantyhose menjadi tindakan warna-warni pseudo-pemberontakan. Sebuah tanah fantasi warna-warni, berputar-putar, gelembung psychedelic memberikan latar belakang yang sempurna untuk iklan Clearasil. Sebagai Brian Wells menjelaskan, "Gerakan psychedelic memiliki arti melalui karya seniman, desainer, dan penulis, meraih gelar menakjubkan difusi budaya tapi meskipun banyak difusi telah terjadi  juga memiliki banyak pengenceran dan distorsi.



D.   Phychedelic dalam budaya popular
1.     Dalam seni
Artis Psychedelic yang menggunakan visual sangat terdistorsi, kartun, dan warna-warna cerah dan penuh spektrum untuk membangkitkan rasa kesadaran yang berubah. Banyak seniman pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an berusaha untuk menggambarkan pengalaman psychedelic dalam lukisan ,gambar , ilustrasi , dan bentuk lain dari desain grafis. Contoh :  Karya Robert Crumb dan lain-lain melakukan poster untuk band-band hippie, seperti Big Brother And The Holding Company , melahirkan minat dalam karya seni di kalangan pengikut mereka. Peter Max psychedelic desain poster 's membantu mempopulerkan spektrum berwarna cerah secara luas, terutama di kalangan perguruan tinggi siswa, The Beatles ' sampul album untuk The Magical Mystery Tour album memiliki fitur umum dalam seni psychedelic, seperti palet warna yang lebar dansurealis visual, Sampul Oasis 'album, Dig Out ​​Your Soul (2008), memiliki cover album psikedelik, dengan skema warna sedikit diredam. 
2.    Festival Phychedelic
Sebuah festival psychedelic adalah pertemuan yang mempromosikan musik psychedelic dan seni dalam upaya untuk menyatukan peserta dalam komunal pengalaman psikedelik . f festival ini sering menekankan cita-cita perdamaian, cinta, kesatuan, dan rasa hormat .  contoh festival psychedelic terkenal termasuk dua tahunan Festival Boom di Portugal, serta Nevada Burning Man dan California Simbiosis Pertemuan di Amerika Serikat. 
3.    Dalam musik
Mode untuk obat psychedelic memberi nama menjadi gaya psychedelia, sebuah istilah yang menggambarkan kategori musik rock yang dikenal sebagai psychedelic rock , serta seni rupa , busana , dan budaya. Salah satu penggunaan pertama dari kata dalam dunia musik kali ini adalah di tahun 1964 rekaman " Ragu-ragu Blues "oleh kelompok rakyat yangKudus Modal Rounders 

E.  Phychedelic graphic di Indonesia
Konsep desain phychedelic graphic juga digunakan di indonesia dalam Proyek museum yang dikategorikan kedalam Entertainment Museum yaitu sebuah museum yang memberikan ilmu pembelajaran  dengan cara yang menarik, inovatif, kreatif dan interaktif sehingga membuat pengunjung bisa merasakan dan mempelajarinya secara langsung isi dari sebuah museum. Cara seperti ini dilakukan untuk menghilangkan image museum yang kaku dan membosankan menjadi sebuah image museum yang baru menarik sekaligus menghibur.
Psychedelic merupakan salah satu cabang musik rock yang sejak lama sekitar tahun 1950-an, dan hingga sekarang kiprahnya kian berkibar tidak pernah termakan waktu. Melihat perjalanan musik rock di dunia ini, menginsprirasi untuk mengambil sebuah konsep desain dengan judul Mystical Journey. Mystical yang memiliki arti ia tertarik untuk mempelajari hal-hal yang bersifat misteri, sedangkan Journey berarti perjalanan.
Kata Journey memiliki peranan penting dalam Museum Rock Indonesia, yang pertama karena masa bangunan dari Museum Rock Indonesia yang terpisah-pisah membuat pengunjung seolah-olah sedang melakukan petualangan menelusuri seluruh bagian bagunan, dan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan oleh Museum Rock Indonesia dibandingkan museum di Jakarta pada umumnya. Dan yang kedua, perjalanan kembali ke masa lalu diterjemahkan ke dalam sebuah ruangan yang didesain secara khusus dengan menampilkan gambar dan sejarah musisi-musisi rock dunia dan Indonesia dari awal terciptanya musik rock hingga sekarang. Dengan diciptakannya ruangan ini, diharapkan bisa membawa kita kembali ke masa lalu, dengan melihat dan membaca sejarah yang terjadi mengenai musik rock.
Mystical yang akan dihadirkan dalam Museum Rock Indonesia mengambil dari salah satu jenis musik rock yang ada yaitu Psychedelic. Pencahayaan pada ruangan di Museum Rock Indonesia akan dibuat redup untuk menambah kesan mystical. Psychedelic sendiri identik dengan warna-warna cerah yang saling dipadukan dengan pattern-pattern yang bersifat non-simetris. Psychedelic juga identik dengan trip under the influence yang berarti perjalanan bersifat spiritual bagi seseorang yang menggunakan drugs atau bahan lainnya yang dapat membawa imajinasi dan halusinasi terhadap sebuah scene didalam pikiran orang tersebut. 
Konsep warna yang akan diterapkan dalam Museum Rock Indonesia berpegang pada salah satu poster psychedelic yang didominasi dengan warna-warna hangat seperti merah, hitam, abu-abu, dan kuning kemudian menggunakan warna dingin seperti biru agar membuat ruangan terlihat lebih atraktif..




Daftar Pustaka

2013. Design Grafis. Diambil dari : http://nirwana auvi.com/Desain_Graphic; Internet
Didiet. September 2013. Aliran physedhelic. Diambil dari http://didiet.student.umm.ac.id/2010/09/23/aliran-psychedelic/; Internet
2013. Konsep desain Phychedelic. Diambil dari : http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/; Internet

Selasa, 04 Februari 2014

gambar kubisme

Gambar ini merupakan salah satu gambar dengan aliran seni phychedelic, ini hasil karya tanganku lho, serasa kaku banget udah gak pernah gambar, dulu terakhir gambar tu kelas 2 SMK gituu ,,, jadi sekarang bener - bener belajar soalnya dulu gambar juga kalau lagi pingin aja...

konsep iklan "anti rokok' kelompok 6

ini beberapa konsep iklan "Anti Rokok" dari kelompok 6...tugas dari MatKul Pengantar Animasi & Desain Grafis". 
























Sabtu, 18 Januari 2014

Pertemuan 1 : Aliran - Aliran Seni

Mengenal Jenis Lukisan dan Aliran Seni Rupa

            Jenis Lukisan di dunia ini sudah sangat banyak. lukisan berkembang sesuai dengan imajinasi setiap orang yang juga berkembang. Melukis merupakan salah satu kegiatan seni yang mengandalkan daya talar dan imajinasi seseorang. Jadi,  Semuanya yang lahir dari pemikiran manusia, keluasaan berpikir dan berimajinas atas daya khayal itu bisa dikategorikan sebagai seni. Kategori seni pun kemudian menjadi lebih dari satu. Salah satunya adalah lukisan yang memiliki beberapa aliran. Jenis setiap lukisan seolah mewakili ekpresi dan imajinasi setiap orang yang berbeda. Mengingat hal tersebut memang tidak bisa untuk dipaksakan. Semuanya kembali pada kebebasan seseorang yang merupakan Salah satu sifat yang sepertinya menjadi identitas dari seni itu sendiri. Bagus tidaknya sebuah karya seni juga bergantung pada selera masing-masing, Semuanya serba relative, Tidak ada takaran yang pas.
Berdasarkan medium yang digunakan dalam mengolah sebuah karya, seni rupa dibedakan menjadi dua, yakni karya rupa dwi-matra dan tri-matra. Karya rupa dwi-matra ini menggunakan medium dua dimensi seperti kertas, kanvas, papan, dan sebagainya. Pada jenis seni rupa dua dimensi inilah dikenal berbagai istilah jenis lukisan. Sementara karya rupa tri-matra menggunakan medium tiga dimensi, seperti patung, relief dan sebagainya. Medium yang dipakai mencakup kayu, batu, semen, tanah liat, lilin, fiber, dan sejenisnya. Di Indonesia, perkembangan seni lukis modern dimulai sejak masuknya bangsa Barat ke Nusantara, sekitar abad ke-15. Berbagai jenis lukisan pun sudah mulai masuk di Indonesia sebagai satu bentuk perkembangan dunia lukis di Indonesia. pada masa itu, di Eropa sedang berkembang jenis lukisan aliran romantisme dan ini memberi pengaruh yang sangat dominan terhadap perkembangan seni lukis  di Indonesia. Memasuki masa revolusi fisik di Indonesia, jenis lukisan bertema romantisme dianggap tidak sesuai bahkan dianggap mengkhianati perjuangan bangsa. Tema romantisme itu kemudian tergeser oleh tema kerakyatan dan nasionalisme sehinggga lukisan dengan objek keindahan alam sebagai ciri khas aliran romantisme sudah mulai jarang ditemui. Namun, ternyata Keterbatasan medium dan peralatan lukis sebagai dampak dari iklim politik masa revolusi, banyak perupa yang beralih dari jenis lukisan romatisme ke jenis lukisan beraliran kubisme. Aliran kubisme memiliki ciri khas yaitu dengan penggunaan bentuk-bentuk geometri sederhana seperti segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran dan sebagainya.

Beberapa jenis lukisan & aliran seni  di antaranya adalah sebagai berikut:        .
1. Aliran Romantisme
Karya Theodore Gericould, yang  berjudul “Rakit Medusa” 
Jenis lukisan dengan aliran romantisme menekankan penggambaran kembali pengalaman atau kenangan romantis atas keindahan sebuah objek yang dialami oleh pelukisnya. Lukisan jenis ini banyak mengambil objek keindahan alam. Aliran ini berkembang pesat di Eropa pada abad ke 18 dan dianggap sebagai aliran seni tertua. Aliran ini mengambil tema kelakuan terhormat dan besar, tragedi yg luas atau kejadian yg dinamis. Nilai estetisnya indah, dimana terdapat buaian garis-garis diagonal, pengaturan bidang secara dramatis yg dipandu dengan penerapan bidang yg serba perspektif.
Jenis lukisan ini akan cenderung “bernada” melankolis. Apa yang dituangkan dalam kanvas umumnya menggambarkan perasaan atau hubungan antara manusia. Gambar yang disuguhkan seolah nyata. Di Indonesia, pelukis yang hobi dan terkenal dalam membuat jenis lukisan seperti ini adalah Raden Saleh. Aliran Romantis ini muncul dikarenakan adanya pertentangan dengan aliran Neo-Klasisis yang cenderung statis, membuai, tenang, dan tidak bergerak. Bentuk pemberontakan para seniman pada aliran Neo-Klasisis diwujudkan dengan kreatifitas menjadi suatu aliran Romantis yang memiliki ciri-ciri :
a. Mengandung cerita yang dahsyat dan cenderung emosional.
b. Penuh gerak secara dinamis.
c. Batasan-batasan warna bersifat kontras dan meriah.
d. Pengaturan komposisi hidup.
e. Mengandung kegetiran, dan menyentuh perasaan.
f. Kedahsyatan melebihi kenyataan.



2.  Aliran Realisme
            Jenis lukisan dengan aliran realisme lahir di Prancis sebagai reaksi budaya terhadap paham Romantisme yang berisi obyek dengan cerita yang dilebih-lebihkan. Realisme menekankan pada realitas sehari-hari, melukis dan meniru keadaan alam secara akurat dan jujur, tidak ditutup-tutupi.
Karya Custavo Coubert, beraliran Realis
Realisme menampilkan subjek secara apa adanya, tanpa embel-embel, bahkan tanpa interpretasi. Aliran realisme berkembang pesat di Prancis, Inggris, dan Amerika, pada awal abad ke-19. Jenis lukisan ini memanggungkan nama-nama tersohor Gustave Courbet, Jean François Millet, Karl Briullov, dan di dasarkan pada konsep bahwa lukisan pada dasarnya seni yang konkrit, ada dan terjadi dalam masyarakat. . Dalam aliran Realis obyek kejadiannya tidak hanya di lingkungan istana saja. Dikarenakan hal tersebut, aliran Realis sering menampilkan figur-figur rakyat biasa dalam karya lukisannya.

3. Aliran Surrealisme
            Jika aliran romantisme menekankan pada kenangan romantis yang riil, sementara realisme menekankan pada penggambaran yang riil, akurat, dan jujur, aliran surrealisme justru sebaliknya. Aliran ini berusaha menampilkan pengalaman-pengalaman yang bersifat batiniah seperti mimpi, ilusi, khayali, dan sebagainya. 

Ciri khas aliran surrealisme adalah objek lukisan yang berupa bentuk-bentuk nonreal, misalnya makhluk-makhluk yang ditemui di alam mimpi. Gambar-gambar yang tidak mungkin terlihat dalam dunia nyata dituangkan dalam kanvas ketika seseorang mencoba untuk membuat jenis lukisan surrealisme. Salah satu tokoh aliran surrealisme yang terkenal adalah Salvador Dali.
Aliran surrealisme banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud mengenai ketidak sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi. Tokoh surealis yaitu Salvador Dali Maxt Ernest Jona Mirod

4. Aliran Kubisme
            Pada awal abad ke-20, Pablo Picasso dan Braque mengembangkan seni lukis yang berbasis kesederhanaan bentuk untuk menghasilkan sensasi tertentu. Jenis lukisan beraliran kubisme pun diciptakan oleh para pelukis itu. Mereka melakukan abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri. Garis objek dibentuk dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak.
Istilah kubisme merujuk pada jenis lukisan Braque di Salon des Independants yang mengeksplorasi kubus-kubus kecil hingga membentuk citraan objek yang unik sehingga dijuluki bizzarries cubiques (kubus ajaib). Jenis lukisan dengan aliran kubisme memiliki ciri ketiadaan pola perspektif dan meninggalkan sudut pandang. Terkadang, dalam sebuah lukisan kubisme terdapat potongan kata dan kalimat. Dilihat dari segi seni, jenis lukisan ini terlihat unik dan menarik. Pelukis aliran ini antara lain Paul Cezane, Pablo Picasso, George Braque, Metzinger, dan lain-lain.

Istilah “Kubis” itu sendiri, tercetus berkat pengamatan beberapa kritikus. Louis Vauxelles (kritikus Prancis) setelah melihat sebuah karya Braque di Salon. des Independants, berkomenmtar bahwa karya Braque sebagai reduces everything to little cubes (menempatkan segala sesuatunya pada bentuk kubus-kubus kecil. Gil Blas menyebutkan lukisan Braque sebagai bizzarries cubiques (kubus ajaib). Sementara itu, Henri Matisse menyebutnya sebagai susunan petits cubes (kubus kecil). Maka untuk selanjutnya dipakai istilah Kubisme untuk memberi ciri dari aliran seperti karya-karya tersebut.

5. Aliran Ekspresionis
  Pada tahun 1900-an para pelukis mulai tidak puas dengan karya-karya yang hanya menonjolkan bentuk obyek saja. Para seniman pada masa ini mulai menggali dan memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan pengalaman batin. Dengan pengalaman-pengalaman batin tersebut, mereka bisa memindahkan obyek ke atas kanvas dengan ekspresi jiwa. Ekspresi emosional seorang pelukis yang tergambar dalam bentuk distorsi terhadap realitas menghasilkan aliran baru bernama ekspresionisme. Dalam aliran jenis lukisan ini, ada kecenderungan distorsi bentuk dan warna objek untuk menampilkan emosional atau sensasi atas suatu tragedi. Aliran ini dikenal dengan pelukis-pelukisnya, seperti Matthias Grünewald, El Greco, dan Affandi. 
Karya Vincent Van Gogh, yang berjudul “Sun Flower”

            Dalam hal ini aliran Ekspresionis adalah suatu teknik melukis dengan cara melihat, mengamati dan meresapi suatu obyek yang kemudian diolah di dalam jiwa dan dituangkan di atas kanvas menjadi suatu karya yang indah sesuai dengan pengungkapan batin si seniman. Dengan demikian, si seniman tidak hanya melukis berdasar pengamatan visual saja, namun juga obyek yang tertangkap oleh pengamatan jiwa dan perasaan.  Vincent Van Gogh adalah pelukis yang tidak puas dengan aliran Post-Impresionis yang telah digelutinya beberapa tahun. Di akhir abad 19, ia menggembara ke Perancis Selatan dan banyak melukis potret serta pemandangan alam dengan warna-warna yang kuat.  Langkah Vincent Van Gogh inilah yang menjadi tonggak kemunculan aliran Ekspresionis. Tokoh-tokoh aliran Ekspresionis adalah : Vincent Van Gogh, Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde, Karl Schmidt, Mondesohn, Leo Gestel, Henry Jonas, Charley Toorop, Eduar Mach, James Ensar, Ferdinant Holder, Sluyters. Pelukis Indonesia yang termasyhur dalam aliran ini adalah Affandie dan S. Sudjojono.

6.  Aliran Naturalisme
            Jenis lukisan aliran naturalisme menekankan pada detail objek. Seorang perupa naturalisme dituntut memiliki keterampilan tangan untuk melukiskan objek secara alami, persis seperti foto berwarna. Kemiripan itu mencakup susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan, serta gelap-terangnya sebuah objek. Naturalisme dianggap sebagai kelanjutan dari aliran realisme.


Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall.
7. Aliran Post-Impresionis
Karya Vincent Van Gogh, yang berjudul “Starry Night”