Jumat, 17 April 2015

Nenek Ahmad penjual sayur keliling, yang tidak mau membebani anak-anaknya

Aktivitas nenek yang menjual sayur di perumahan Cluster Michelia , Muntiani
Sesekali wanita tua itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung bajunya, ia terus mendorong gerobak sayurnya. Meski dengan hasil yang tidak sebegitu besar, ibu yang tinggal dengan seorang suami dan 1 cucu ini tidak pernah putus asa demi mendapatkan rezeki untuk hidup dengan keluarga kecilnya.
            Dinginnya udara subuh &terik matahari dzuhur yang menyengat kulit tidak lagi pernah dirasakan oleh nenek Ahmad untuk selalu berjalan mengelilingi kompleks perumahan Cluster Michelia ini dengan gerobak tua nya yang berisi sayur – sayur dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Sementara, ditengah dinginnya udara subuh meski banyak orang yang memilih kembali tidur, Nenek Ahmad tidak pernah menghiraukannya “mungkin allah bakal memberi yang lebih baik buat keluarga nenek nanti seperti keluarga yang lain dengan keadaan sekarang ini”, ujar nenek tua itu.
Tidak akan ada hal yang menjadi halangan untuk meneruskan aktivitas rutinnya untuk berdagang sayur keliling di kompleks – kompleks perumahan demi mencukupi kebutuhan hidupnya yang sudah ia geluti sekitar 5 tahun yang lalu. Setiap harinya hanya terlihat sisa – sisa rasa lelah yang tergambar di raut wajah keriputnya untuk melangkah satu demi satu. Nenek dari dua orang anak ini masih saja bisa bersyukur dengan kehidupannya yang sangat minim “ Alhamdulillah hidup sekarang ini sangat nyaman & aman tidak seperti penjajahan belanda dulu”, ujar nenek 75 tahun ini.
            Sepak terjal angkuhnya roda kehidupan yang nenek Ahmad lalui,sudah ia rasakan mulai dari ketika dia merasakan susahnya di zaman penjajahan Belanda duluhingga samapi saat ini, namun dia tetap bersikeras untuk tetap hidup tanpa membebani kedua anaknya. Ternyata wajah tuanya yang terlihat semakin keriput itu malah ingin ia habiskan untuk beraktifitas sehari – hari.
“Yur….yur,,,,sayuuur…..”! teriakan suara nenek yang terdengar di sekitar kompleks perumahan Cluster Michelia menandai telah dimulainya aktivitas berjualan sayur nenek 75 tahun ini. Dengan penghasilan kotornya yang hanya 40 – 50 ribu perhari dia mampu menghidupi diriya, suami serta seorang cucu laki – laki yang dari kecil ikut dengannya.  Suaminya lah yang selalu memberi semangat tanpa batas kepada ibu dari 2 orang anak ini, ia rela mejajakan dagangan sayurnya agar tetap bisa hidup dengan seorang suaminya yang sudah tak mampu lagi bekerja karena usia nya yang sangat tua.Begitupun dengan 1 orang cucu yang membantu perekonomiannya hanya dengan megumpulkan rosokan atau barang bekas.
Langit sudah terlihat mulai condong ke ufuk barat, wajah ibu dari 2 orang anak ini yang semakin merah menghitam karena terik matahari kini terlihat jelas, akhirnya nenek pulang dengan penghasilannya, meskipun belum semua sayur yang dimilikinya itu habis terjual. Aktivitas nenek 75 tahun ini tidak hanya putus setelah menjual sayur dagangannya saja, sesampainya dia dirumah wajah lelahnya hilang karena salam senyum dari suami pemberi seribu semangat itu. Masih ada sayur yang tersisa di gerobak tua &semakin layu, namun nenek tua itu tidak pernah menyia-nyiakan apa yang masih bisa ia nikmati, “kangkung ini sudah tidak bisa dijual, lebih baik di sayur sendiri saja” ujar nenek Rahmad sambil berjalan menuju ke dapur. Dari penghasilan kotornya 40-50 ribu, nenek 75 tahun ini tetap harus bisa menyisihkan uangnya untuk  belanja ke pasar Kelapa Dua yang lumayan jauh dari rumahnya demi melanjutkan hidupnya dengan berdagang sayur esok hari. Belum ada waktu dia untuk bernafas lega tanpa suatu aktivitas, seusai solat isya Nenek Ahmad harus kembali pergi kepasar demi mendapatkan sayur-sayur yang harga nya pasti sudah mulai turun untuk ia dagangkan besok.

Kehidupan yang seakan tidak adil untuknya inilah yang semakin membuat nenek Ahmad sabar dan selalu bersyukur akan kehidupannya ini. Terlahir dari keluarga yang nasib hidupnya hampir sama dengannya lah yang membuat nenek Ahmad tidak ingin membebani kedua orang anaknya, ” mana mungkin saya tega membebani mereka yang hanya bekerja sebagai pengumpul rosokan & penjual gado – gado saja”, kata nenek Rahmad sambil meneteskan airmata.

Minggu, 23 November 2014

Puisi

Sehelai Daun

Sungguh,
Pohon menjulang tinggi itu mungkin
tak pernah melirik dan

mungkin tak sempat menyapa

Terpanggang terik surya, terbakar mentari sore
terpaan angin dan hujan kerap datang
sinar matahari mulai menembus setiap celahnya

Namun,
Ia tak pernah membenci surya ataupun angin
yang membuatnya terenggut dari tangkai pohon
melepaskan pohon indahnya

Sehelai daun kering bergoyang berputar jatuh terserak
Menutupi luka tanah yang kering merekah
Berguguran dibelai angin senja bersusulan
Beradu dengan bumi

Meski kini hanya sampah belaka
Tapi daun masih punya rasa
Rasa ingin dicinta, disayang
Dan dimanja



Dalam Rajut Sang Kuasa

Dalam rajut Sang Kuasa, ku termenung
ah, apa ini adil
apa ini nikmat? Atau kasih?

Kau selalu bertanya-tanya dan menanyakan keadilan
Apa kau tau arti adil? Dan sudahkah adilmu pada TuhanMu?

Bangkitlah hatiku,
Bangkit dan berjalanlah seiring sang fajar
Kerana malam telah berlalu
Tenanglah dan Dengarlah Kidung Sang Kuasa Menggema,
menjamah dan merangkul kalbu


Teriak Riang Karena Punggung Terpanggang
Terang riang suara siang
Mengumbar ranah diantara malang
Hinggar kobar bakar pematang
Binggar liar lantakkan senang

Sekujur berliur
Keringat pedas mengguyur
Diantara rasa diantara raga
Tak elak penat buyarkan asa

Pahit memang
Tapi apalah ini hanya ngiang
Diantara fana tak memberi ceria
Diantara sementara singgah dunia

ESA...
Sembahku padaMU karna ku hampa
Tak berisi meski nyali membaji
Tak berdaya meski mata runcing mencaci

Ini hanya lantunanku
Diantara anugerah terik di punggungku
Diantara pedih guyur keringat pedasku
Diantara penat goyahkan tekatku


Jumat, 13 Juni 2014

Strategi Kompas MMM

Kompas MMM

A.    Strategi Kompas MMM
Kelompok Kompas Gramedia merupakan salah satu media giants terbesar di Indonesia yang di dalamnya meliputi : Koran Kompas, majalah, Kompas TV, Kompas. Com, dan lain-laim. Kompas Gramedia juga merupakan sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak pada bidang media massa yang didirikan pada tanggal 28 Juni 1965. Kompas Gramedia sebagai perusahaan media massa dan media Giants saat ini tidak hanya menyajikan berita dalam bentuk koran atau kertas, namun sudah memasuki tiga jenis konvergensi yaitu convergence to smartphone yaitu semua kebutuhan yang diperlukan manusia sudah ada dan bisa diakses dengan menggunakan satu perangkat, convergence to internet yaitu kemudahan mengakses internet lewat semua perangkat teknologi, dan convergence of the content of media to the internet yaitu sebuah konvergensi dimana semua konten bsa terhubung ke internet melalui internet. Ketiga jenis konvergensi ini ada di dalam media convergence yang juga mencakup tiga hal yaitu Multimedia, Multi Platform, dan Multi Channel (MMM). Dengan adanya Multimedia, informasi yang akan di publikasikan ke khalayak tidak hanya disajikan dalam bentuk tulisan, namun juga bisa disajikan dalam bentuk gambar, video, dan audio. Setelah itu dengan adanya media platform . semua informasi yang berbentuk multimedia itu bisa diakses melalui semua perangkat teknologi seperti smartphone, laptop, PC, dan lain-lain, sedangkan adanya media channel maka semua informasi pun dapat disajikan di dalam channel-channel yang banyak.  Tiga hal inilah yang diterapkan oleh kompas dalam mempublikasikan semua informasi terutama setelah dilakukannya Ekspedisi Cincin Api. MMM inilah yang dijadikan perusahaan Kompas Gramedia sebagai strategi untuk memperoleh keuntungan dan mencapai keinginan perusahaan. Learened dkk yang dikutip oleh Sitokdana menjelaskan bahwa strategi merupakan alat yang paling utama sebagai jalan memperoleh keuntungan dan keunggulan bersaing. Sama halnya dengan perusahaan media massa Kompas Gramedia yang pastinya ingin meraih keuntungan dan unggul dalam persaingan dengan perusahaan media massa lainnya. Sudah begitu banyak perjalanan bisnis yang dilakukan oleh Kompas Gramedia, mulai dengan adanya koran hingga kini  sampai pada penyajian berita berbetuk online yaitu Kompas. Com, mendirikan toko buku yaitu Gramedia, Kampus yaitu Universitas Multimedia Nusantara pada tahun 2005, dan lain-lain.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan situasi lingkungan bisnis di media, Kompas Gramedia pun mengarahkan bisnis media cetaknya untuk diarahkan ke media digital. Dengan demikian, sosok media digital pada perusahaan Kompas Gramedia pun ditampilkan melalui 3M yang telah dijelaskan di atas yaitu multimedia, multi platform, dan multi channel, hingga akhirnya dunia online dan dunia pertelivisian pun mulai dijajagi dengan membentuk Kompas Gramedia TV dan Kompas.Com. Dalam euphoria “digitalisme” salah satu ciri utama informasi yang tidak boleh dilupakan adlah kredibilitas. Kualitas informasi menjadi hal yang sangat krusial pada era digital. Kecepatan, kemudahan dan keindahan dalam dunia digital tidak semestinya menghilangkan kualitas informasi. Namun untuk tetap bersaing dengan perusahaan lain, Kompas Gramedia harus tetap melibatkan semua bisnisnya ke media digital agar mudah di akses khalayak. Oleh karena itu, ketika Kompas mulai menghadirkan informasi dalam multimedia, multi platform, dan multi channel, faktor kedalaman dan  keakurasian berita tetap dijaga dan dipertahankan agar tetap menjadi media massa sebagai medium yang paling tepat untuk mengkomunikasikan produk, jasa, dan informasi korporat kepada pasar yang paling potensial di tanah air.
Dari penjelasan dan pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Kompas MMM adalah suatu platform media massa yang mengkolaborasikan media cetak dan digital mulai dari bentuk produk, kanal distribusi dan cara mengaksesnya. Kompas MMM dapat dinikmati dalam bentuk teks, audio dan video (multimedia), bisa didapatkan dari loper koran dan internet (multichannel), dan bisa diakses melalui media cetak, komputer, tablet pc maupun smartphone (multiplatform). Menurut Sudarmadi (2012), strategi MMM yang digunakan oleh Kompas Gramedia dalam menghadapi perkembangan teknologi menyajikan konten multimedia (teks, gambar, audio, animasi) melalui berbagai channeldistribusi (baik distribusi fisik maupun virtual) ke dalam berbagai platform media (kertas, elektronik). Strategi MMM ini digunakan untuk tujuan menyajikan informasi secara cross media agar lebih komprehensif dan mendalam serta terjangkau seluas mungkin oleh khalayak pembaca.  Contohnya, Kompas menyajikan majalah mingguan digital “Jendela Indonesia” yang memperkenalkan kekayaan alam dan lingkungan sosial Indonesia, dengan media tablet pengalaman menarik membaca berita dalam konten multimedia interaktif dapat dirasakan (multi platform). Selain itu ada “Editor’s Choice” yang menyajikan berita pilihan harian Kompas yang disajikan dalam bentuk aplikasi tablet, terbit 5 hari dalam seminggu. Tidak hanya yang ada di internet, Koran Kompas juga memiliki inovasi terbaru dengan menghadirkan inovasi teknologi QR Code pada koran hariannya agar pembaca dapat mengakses informasi yang lebih kaya, lebih dalam dan mutakhir dalam bentuk teks, foto, video, serta dapat mengakses update berita terbaru. Kompas kali ini meyajikan segudang informasi tentang kekayaan alam, kebudayaan, Indonesia, dan lain-lain yang dikemas melalui MMM ( multimedia, multi platform, multi channel) tersebut dari hasil ekspidisinya yang bernama Ekspedisi Cincin Api yaitu sebuah perjalanan panjang dalam mengeksplorasi gunung berapi dan lempeng benua di Indonesia yang terjalin dalam lingkar Cincin Api Pasifik (http://www.kompas.tv/index.php/front/detail/3/25). Perjalanan dimulai dari Tambora, mengarungi kaldera Toba, mendaki puncak-puncak berapi lainnya yaitu Sinabung dan Sibayak, Krakatau, Agung dan Rinjani, Semeru-Bromo, Merapi-Merbabu, Galunggung, Kerinci-Dempo, Egon-Lawu, hingga Sangihe-Ambon; kemudian menyusuri lempeng benua Sesar Darat Sumatera dan berakhir di Mentawai dengan melibatkan banyak staf kompas mulai dari photographer, wartawan, pendaki, hingga ahli kegunungapian.

B.     Perbedaam MM-MP-MC
A.    Multimedia
Konsep multimedia berarti penyajian segala informasi dengan gabungan elemen-elemen yaitu teks, gambar, video, audio, dan animasi dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi (Hofstetter 2001).. Dengan adanya Mutimedia, koran edisi cetak bisa dibaca melalui komputer dalam bentuk kertas elektronik (electronic paper atau epaper) yang menyajikan informasi dalam bentuk gambar, video, audio dan teks, hal ini lah yang ada dalam strategi Kompas MMM. Sama seperti media cetak (print edition), e-paper edition juga punya pembacanya sendiri. Elemen yang berupa teks disajikan berupa tulisan dalam media cetak maupun media online. Gambar & foto biasanya disajikan dalam Koran Kompas cetak dan online sebagai pelengkap dan bertujuan membuat artikel menarik. Selain itu komponen berupa audio dan animasi ini juga ditampilkan dalam website dan televisi Kompas seperti di website www. Cincin Api.com dan televisi Kompas milik Kompas Gramedia.
B.      Multichannel
Multichannel berdasarkan strategi Kompas MMM berarti lebih cenderung pada banyaknya kanal yang digunakan untuk mendistribusikan berbagai informasi sehingga aliran berita Kompas bisa dinikmati melalui facebook, twitter, portal Kompas serta kompas.com (holding). Lewat jaringan KOMPAS.com berita-berita Kompas menjangkau (reach) audiens yang lebih luas lagi. Kompas.com merupakan salah satu penyumbang berita online terbanyak. Channel (kanal) lain bagi berita Kompas adalah situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter serta pada Online.
C. Multiplatform
Multiplatform dalam konteks strategi Kompas MMM yaitu macam – macam perangkat keras yang digunakan untuk menmenyalurkan sajian dari multimedia. Dengan elemen Multi platform berarti khalayak dapat mengakses berita Kompas melalui personal komputer (PC), laptop, blacberry, ipad, dan tablet lainnya, serta ponsel yang memiliki fasilitas internet dan bisa dijalankan di Operating System apa saja.

C.    Tantangan dalam Penyajian Konten agar Memenuhi Tuntutan MM-MP-MC
Tantangan bagi Kompas setelah meluncurkan Kompas MMM adalah menyelaraskan strategi bisnis dan strategi teknologi informasi (TI), karena di dalamnya sarat dengan rekayasa relative untuk mengolahnya. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan empat dari enam kriteria kematangan keselarasan strategi bisnis dan TI di Kompas berada di tingkat tiga (established and focused), yaitu kriteria komunikasi, otoritas, jangkauan & arsitektur dan keterampilan, pada tingkat ini perusahaan mulai mengakui keberadaan TI sebagai business enabler dan TI mulai berkonsentrasi pada otoritas, proses, dan komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis secara spesifik dan terfokus.
Jadi, tantangan terbesar Kompas dalam penyajian konten yang mencakup MMM yaitu dalam menentukan modal bisnis mengenai nilai investasi yang tidak kecil karena dalam strategi 3M memerlukan syarat akan teknologi yang baru. Tidak hanya modal yang besar tetapi tantangan dalam implementasi strategi 3M adalah bagaimana mendapatkan keuntungan dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui 3M, pengiriman konten dapat dilakukan secara massal, efektif, efesian, dan secara intensif.
Strategi 3M yang dilakukan oleh harian Kompas bertujuan untuk  memenuhi harapan masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi membuat terwujudnya harianKompas dalam bentuk digital atau e-paper. Selama masa sosialisasi, e-paper Kompasdapat di akses secara gratis oleh 300.000 pembaca, namun setelah akses gratis berakhir dan pembaca diminta membayar untuk berlangganan, jumlah pengakses tinggal 3.000 pembaca setia.
Tidak hanya dari segi pembaca, diperlukan pula tenaga kerja tambahan dalam menjalankan strategi 3M. tenaga kerja yang diperlukan adalah tenaga kerja yang ahli dibidang nya seperti ahli dalam bidang desain web dan juga programing.
Tujuan dari transisi dari akses gratis ke berlangganan bertujuan untuk menguji apakah public benar menghargai konten digital yang baik dengan membayar biaya berlangganan. Tujuan lain bila berhasilnya konsep ini adalah meningkatkan pendapatan Kompas.
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah persepsi mengenai konvergensi yang belum satu suara. Sebab sampai sekarang masih ada perbedaan sudut pandang mengenai konvergensi itu sendiri.

Namun, tetap saja Harian Kompas memandang perkembangan teknologi ini bukan sebagai ancaman melainkan peluang dengan meluncurkan Kompas MMM (Multimedia, Multichannel, Multiplatform) pada bulan Maret 2011. Secara garis besar rata – rata kematangan keselarasan strategi bisnis dan TI di tingkat tiga menunjukkan relative sudah matang dan selaras pada lingkup internal perusahaan, hal ini terbukti dengan adanya 12 produk Kompas digital sejak Kompas MMM mulai dikembangkan sejak tahun 2008. 


Jumat, 18 April 2014

Tugas membuat hardnews ku

Menyedihkan Mayat Bayi Di Buang Di Kali
                                                                                        

Kali Ciater, Minggu (26/01/14).  Muntiani

Tangerang Selatan – warga Kampung Parigi Kelurahan Legkong Wetan di gemparkan oleh penemuan sesosok bayi tak bernyawa yang mengambang di kali Ciater, Kampung Parigi
tepatnya pada hari Minggu, 26 Januari 2014 pukul setengah dua siang .
Bayi yang sudah meninggal ini di temukan pertama kali oleh warga setempat yang sedang berjalan di sekitaran kali Ciater. “Bayinya ada di tengah - tengah kali dalam keadaan telanjang udah gitu kondisi badannya biru-biru,” ungkap Ayu salah satu saksi yang saat itu melihat langsung keadaan bayi.
Bukan hanya itu, mayat bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya itu diperkirakan bayi yang baru lahir karena masih terdapat ari ari di badannya. “Masih ada ari arinya,”  Putri sedikit bergidik ngeri mengingat kondisi bayi malang tersebut.
 Warga yang takut dan tidak berani menangani langsung melaporkan ke RT setempat dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Akhirnya bayi malang yang sudah tak bernyawa itu pun langsung di tangani oleh Kapolsek Serpong dan Polisi akan segera menyelidiki siapa pelaku yang tega membuang bayi yang tak berdosa hingga menyebabkan bayi tersebut meninggal serta mencari tahu motif di balik pembuangan bayi tersebut.




Perbaikan Jalan Oleh Pihak Summarecon, Jalan Kelapa Lilin 3 Di tutup


Gading Serpong, Minggu (26/01/14).  Muntiani

Tangerang Selatan29 Januari 2014, meskipun intensitas hujan sudah mulai berkurang tetapi hujan yang mengguyur kota Tangerang Selatan beberapa minggu yang lalu menyebabkan jalanan tergenang air sekarang meninggalkan dampaknya, akibat dari aspal yang tergerus itu sepanjang jalan Kelapa Lilin 3, Gading Serpong rusak parah.
Menurut keterangan dari salah satu warga sekitar, jalan rusak ini tidak hanya disebabkan hujan terus – menerus namun karena seringnya kendaraan – kendaraan proyek melintas di jalan tersebut. “Banyak kendaraan – kendaraan besar pembawa pasir lewat jalan ini”, ungkap Iput perempuan paruh baya yang tinggal di sekitar lokasi..
Ruas jalan berlubang mencapai kedalaman sekitar 10-15 centimeter pada Rabu 29 januari 2014. Ruas  jalan rusak sepanjang sekitar 100 meter. Sejak Rabu 29 Januari pagi, jalan ditutup untuk diperbaiki.

Ketua pelaksana pembangunan jalan PT Summarecon Agung Ondang menyatakan, perbaikan jalan diperkirakan akan selesai besok pada Kamis (30/1/2014) siang. Mulai sore nanti, kendaraan sudah bisa melintas tapi hanya untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor saja.

Perbaikan jalan yang memakan waktu sekitar 1 hari ini membuat para pengendara mobil dan motor yang akan menuju Pasar Kelapa Dua dan Kota Tangerang terpaksa berbalik arah.

Tugas membuat Profil Feature

MUHAMMAD SYAMSUL MA’ARIF
“Benih Santri Tumbuh Menjadi Pemuda Kantoran”



Mungkin bagi sebagian orang yang  belum mengenalnya, pemuda gagah asal Demak, Jawa Tengah ini terkesan jutek, tetapi berada lebih dekat dengan pemilik nama lengkap Muhammad Syamsul Ma’arif (26 tahun), waktu satu jam terasa sangat singkat. Apalagi kalau bicara tentang perjuangan kehidupan, yaitu dunia yang  membawanya dalam kesuksesan saat ini , maka dia akan membawa kita kedalam cerita kehidupannya mulai dia kecil hingga dewasa, tanpa ada kesan bahwa dia menyombongkan kesuksesan dirinya.
Bergaya santri dengan busana rapi dengan senyum yang mengembang diwajahnya, laki laki yang akrab dipanggil Syamsul, sekarang bekerja di Kementrian Agama Republik Indonesia sebagai Staf  bagian Tim Teknis Operator Pusat Sertifikasi.  Kesibukan yang selalu memenuhi hari harinya mulai dari melakukan pendataan – pendataan, penetapan guru yang layak mendapat sertifikasi serta penetapan kurikulum yang akan digunakan diseluruh sekolah umum maupun madrasah se Indonesia dalam Pendidikan Agama Islam merupakan hasil kerja banting tulang dalam dunia pendidikannya dahulu, hingga saat ini membawanya dalam keberhasilan. Sebuah pendidikanlah yang selalu membuat pemuda ini semangat dalam melaksanakan semua aktivitasnya. Berbekal sebuah pengalaman dan title S1 nya untuk bekerja ditempat tersebut, Ia mampu menjadikan dirinya sebagai karyawan termuda di Kantor Kementrian Agama RI. Bukan hal yang mudah untuk mencapai itu semua, jelas usahanya pun cukup keras untuk bisa memperoleh keberhasilan itu. Motivasi – motivasi besar yang Ia peroleh dijadikan sebagai pendukung dalam cerita hidupnya.
Keberhasilan yang diraihnya selama ini merupakan proses panjang perjalanan hidupnya. Perjalanan yang malang melintang di dunia pendidikan hingga menjadi orang kantoran  memberikan banyak makna kehidupan yang sebenarnya. Sejak sekolah dasar Ia sudah menampakkan bakatnya dalam dunia pendidikan. Mulai memperoleh nilai – nilai yang memuaskan bahkan pemuda yang kerap dipanggil Syamsul ini mampu meraih prestasi memuaskan ketika dia duduk di bangku MA. Pemuda asal Demak, Jawa Tengah ini mengatakan kalau pendidikan itu sangatlah penting bagi diri kita sendiri dan masyarakat. Apalagi terlahir dari keluarga sederhana, pemuda ini memiliki cita – cita yang tinggi untuk mampu merubah keluarga dan lingkungannya terutama kalangan strata menengah ke bawah dengan memiliki jatidiri yang kuat sebagai bangsa Indonesia dan apresiasi sebagai seseorang yang lahir dari keluarga sederhana dan mencintai tanah airnya sendiri, yaitu Indonesia.
Laki - laki yang menyukai olahraga ini mengenyam pendidikan MA di sebuah Pondok Pesantren di Demak, hobinya dalam bidang olahraga ternyata telah membawa perubahan besar dalam dirinya saat ini hingga membuat pemuda ini berbalik arah dalam menentukan studi kuliahnya. Hobi olahraganya yang tak tersalurkan hampir membuat pemuda ini tidak memiliki semangat untuk  meneruskan  studi nya. Begitu kekeh orangtuanya tidak mengizinkan pemuda lulusan dari Pesantren ini untuk melanjutkan studi  di bidang olahraga. Ibu dari pemuda gagah ini menginginkan putranya mendalami ilmu Agama. Namun kenyataan itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berkiprah di dunia pendidikan meskipun tidak  di bidang yang ia sukai. Menurut  pemuda jebolan S1 hukum Islam ini, mulanya dia mengikuti tes beasiswa di Pesantrennya secara terpaksa. Namun karena ke sholehannya yang selalu patuh  pada orang tua,  dia pun makin serius mengikuti semua tes beasiswa di Pesantrennya tersebut. Akhirnya tes beasiswa yang dilaksanakan bulan Februari pra UAN MA ini telah menjadikan pemuda dengan title santri ini mendapatkan sebuah beasiswa kuliah di bidang Hukum Islam. Menurut Sarjana Hukum Islam lulusan IAIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah ini semua hal yang kita inginkan tidak akan pernah terwujud tanpa ridho orangtua. “Mungkin andai saja saya memilih ikut tes kuliah di bidang olahraga, tidak akan pernah lulus karena gak mendapat ridho dari ibu”, ujar pemuda yang kerap disapa Syamsul ini.
Rutinitas kesibukan pemuda asal Demak ini ternyata tidak hanya saat ini saja, ia sudah terlatih dengan berbagai kesibukan dimasa kuliahnya dulu. “Bangun subuh, kuliah sampai sore, malam ngaji lagi sama kiyai, begitulah setiap harinya”, ujar pemuda kelahiran Demak ini. Pengalaman yang indah dengan berbagai kesibukan di kampus dan di pesantren menjadikannya sebagai mahasiswa yang mampu memejemen waktu. Tidak hanya dirutinitas kelas saja dia aktif, namun Sarjana Hukum Islam ini menjabat sebagai ketua umum serta menjadi kepungurusan nasional organisasi CSSMORA yaitu sebuah organisasi khusus Mahasiswa PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi). “Kegiatan- kegiatan inilah yang biasanya menjadi tempat refreshing saya apalagi kalau ada acara nasional dengan anggota CCCMORA di Universitas lain serta di sinilah saya belajar untuk berorganisasi”, ujarnya.
Syamsul adalah pemuda yang terbiasa di didik mandiri di lingkungan sekolahnya apalagi dia selalu hidup di Pesantren, ia terkadang terlihat begitu sederhana dengan pakaian ala santrinya bila di luar kantor. Ia tidak pernah terlihat menampakkan semua kelebihan yang ia miliki. Meskipun begitu, pemuda 26 tahun ini terlihat sangat bijaksana dihadapan teman – teman nya, segudang motivasi lah yang telah merubahnya hingga dia mampu menjadi pemuda yang terlihat bijaksana dan berkharisma. Baginya, motivasi benar – benar membawanya sadar untuk menjadi seperti motivator yang ia banggakan. “Di balik pemuda yang sukses pasti ada seseorang yang hebat” diungkapkan Syamsul untuk memuji motivatornya sambil nyengir. Sebut saja Kiyai, Ia adalah seorang pimpinan besar Pondok Pesantren di Semarang tempat Syamsul itu tinggal ketika kuliah, begitu banyak motivasi – motivasi besar muncul dari beliau yang sampai saat ini dijadikan pedoman oleh pemuda asal Demak, Jawa Tengah ini. Meskipun hanya sepatah kata yang keluar dari bibirnya, namun begitu besar makna ucapan kiyai tersebut. “Sampai saat ini saya masih ingat satu kalimat dari beliau yaitu jangan membenarkan sesuatu yang sudah biasa tapi biasakan sesuatu yang benar, itulah ucapan beliau yang masih saya pegang,” kata Syamsul. Sepenggal kata itu telah dijadikan pedoman dalam berbuat apapun untuk selalu mengamalkan dan menerapkan semua ilmu yang ia dapat tanpa mengikuti hal – hal buruk yang sudah dianggap biasa oleh semua orang.
Status sebagai staf  Tim Teknis Operator Pusat Sertifikasi yang disandangnya di Kementrian Agama RI saat ini ternyata salah satu bentuk pengabdiannya selama dia mendapat beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di IAIN Walisongo. Rasa syukurnya yang begitu tinggi inilah yang membuat pemuda dari 5 bersaudara ini merasa ikhlas tanpa pamrih untuk mengabdi demi mendapat pengetahuan yang lebih luwes lagi di Kementrian Agama RI. “Kalau dilihat dari segi kacamata struktural saya memang bekerja namun sebenarnya dan secara emosional masih dengan status pengabdian, beda dengan bekerja penuh karena kalau bekerja  kan pasti kita menuntut hak kita untuk mendapat gaji kan, namun kalau pengabdian itu ya niat dari hati kita sendiri lahh, rezeki bakal tetap datang kox”, ujar pemuda lulusan IAIN Walisongo ini dengan senyum semringahnya. Begitulah sekilas pengabdian pemuda asal Demak, Jawa Tengah ini di Kementriam Agama RI.
Ternyata segala pengetahuan dan pendidikan yang pernah ia dapatkan menjadi tembok untuk membentangi dirinya sendiri, contohnya saja dalam membentengi diri dari pergaulan yang semakin bebas ini. Kerasnya pergaulan remaja saat ini membuat pemuda 26 tahun ini sadar bagaimana dia membentengi diri dengan pendidikan dan motivasi – motivasi itu karena kehidupan sekarang yang sudah beraneka ragam, sehingga setiap orang bisa menghalalkan semua cara.  “Hidup ini harus dijalani apa adanya, dengan pendidikan, Kerja keras dan tekun, terutama dari diri sendiri lah yang menginspirasi untuk jauh dari hal negatif,  pendidikan menjadi hal utama dan begitu penting karena semakin banyak kita memperoleh pendidikan dan pengalaman, maka semakin mudah juga kita membentengi diri dan merubah lingkungan tersebut”. Demikian ungkap Muhammad Syamsul Ma’arif tentang resep kesuksesannya menghindari hal – hal negatif dalam pergaulan remaja saat ini. Dan dari sinilah cita-cita tingginya untuk melangkah ke pendidikan yang semakin tinggi semakin membara demi merubah dirinya dan lingkungannya. “Jika pengetahuan dan tingkat pendidikan kita semakin tinggi maka apa yang kita sampaikan itu akan lebih bernilai. Jadi pendidikan lah yang menentukan, malah kadang cara bicara seseorang saja bisa dinilai seberapa besar kualitas pendidikannya tersebut, ujar pemuda yang memiliki title santri ini.


Pendidikan menjadi hal yang sangat  penting demi menghadapi dunia yang semakin semrawut agar kita tetap mampu bertahan mencapai kesuksesan ini. Langkah demi langkah dalam pendidikan telah menjadikan pemuda ini sukses dan berkharisma karena dalam dirinya sudah tertanam jiwa mandiri dan kerja keras. Sikap dan kerja kerasnya inilah yang patut untuk ditiru oleh generasi muda agar tidak hanya tergantung kepada harta orang tua saja. 


Senin, 24 Maret 2014

Feature Human Interest


Nenek Ahmad penjual sayur keliling, yang tidak mau membebani anak-anaknya

Aktivitas nenek yang menjual sayur di perumahan Cluster Michelia , Muntiani
Sesekali wanita tua itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung bajunya, ia terus mendorong gerobak sayurnya. Meski dengan hasil yang tidak sebegitu besar, ibu yang tinggal dengan seorang suami dan 1 cucu ini tidak pernah putus asa demi mendapatkan rezeki untuk hidup dengan keluarga kecilnya.
            Dinginnya udara subuh &terik matahari dzuhur yang menyengat kulit tidak lagi pernah dirasakan oleh nenek Ahmad untuk selalu berjalan mengelilingi kompleks perumahan Cluster Michelia ini dengan gerobak tua nya yang berisi sayur – sayur dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Sementara, ditengah dinginnya udara subuh meski banyak orang yang memilih kembali tidur, Nenek Ahmad tidak pernah menghiraukannya “mungkin allah bakal memberi yang lebih baik buat keluarga nenek nanti seperti keluarga yang lain dengan keadaan sekarang ini”, ujar nenek tua itu.
Tidak akan ada hal yang menjadi halangan untuk meneruskan aktivitas rutinnya untuk berdagang sayur keliling di kompleks – kompleks perumahan demi mencukupi kebutuhan hidupnya yang sudah ia geluti sekitar 5 tahun yang lalu. Setiap harinya hanya terlihat sisa – sisa rasa lelah yang tergambar di raut wajah keriputnya untuk melangkah satu demi satu. Nenek dari dua orang anak ini masih saja bisa bersyukur dengan kehidupannya yang sangat minim “ Alhamdulillah hidup sekarang ini sangat nyaman & aman tidak seperti penjajahan belanda dulu”, ujar nenek 75 tahun ini.
            Sepak terjal angkuhnya roda kehidupan yang nenek Ahmad lalui,sudah ia rasakan mulai dari ketika dia merasakan susahnya di zaman penjajahan Belanda duluhingga samapi saat ini, namun dia tetap bersikeras untuk tetap hidup tanpa membebani kedua anaknya. Ternyata wajah tuanya yang terlihat semakin keriput itu malah ingin ia habiskan untuk beraktifitas sehari – hari.
“Yur….yur,,,,sayuuur…..”! teriakan suara nenek yang terdengar di sekitar kompleks perumahan Cluster Michelia menandai telah dimulainya aktivitas berjualan sayur nenek 75 tahun ini. Dengan penghasilan kotornya yang hanya 40 – 50 ribu perhari dia mampu menghidupi diriya, suami serta seorang cucu laki – laki yang dari kecil ikut dengannya.  Suaminya lah yang selalu memberi semangat tanpa batas kepada ibu dari 2 orang anak ini, ia rela mejajakan dagangan sayurnya agar tetap bisa hidup dengan seorang suaminya yang sudah tak mampu lagi bekerja karena usia nya yang sangat tua.Begitupun dengan 1 orang cucu yang membantu perekonomiannya hanya dengan megumpulkan rosokan atau barang bekas.
Langit sudah terlihat mulai condong ke ufuk barat, wajah ibu dari 2 orang anak ini yang semakin merah menghitam karena terik matahari kini terlihat jelas, akhirnya nenek pulang dengan penghasilannya, meskipun belum semua sayur yang dimilikinya itu habis terjual. Aktivitas nenek 75 tahun ini tidak hanya putus setelah menjual sayur dagangannya saja, sesampainya dia dirumah wajah lelahnya hilang karena salam senyum dari suami pemberi seribu semangat itu. Masih ada sayur yang tersisa di gerobak tua &semakin layu, namun nenek tua itu tidak pernah menyia-nyiakan apa yang masih bisa ia nikmati, “kangkung ini sudah tidak bisa dijual, lebih baik di sayur sendiri saja” ujar nenek Rahmad sambil berjalan menuju ke dapur. Dari penghasilan kotornya 40-50 ribu, nenek 75 tahun ini tetap harus bisa menyisihkan uangnya untuk  belanja ke pasar Kelapa Dua yang lumayan jauh dari rumahnya demi melanjutkan hidupnya dengan berdagang sayur esok hari. Belum ada waktu dia untuk bernafas lega tanpa suatu aktivitas, seusai solat isya Nenek Ahmad harus kembali pergi kepasar demi mendapatkan sayur-sayur yang harga nya pasti sudah mulai turun untuk ia dagangkan besok.

Kehidupan yang seakan tidak adil untuknya inilah yang semakin membuat nenek Ahmad sabar dan selalu bersyukur akan kehidupannya ini. Terlahir dari keluarga yang nasib hidupnya hampir sama dengannya lah yang membuat nenek Ahmad tidak ingin membebani kedua orang anaknya, ” mana mungkin saya tega membebani mereka yang hanya bekerja sebagai pengumpul rosokan & penjual gado – gado saja”, kata nenek Rahmad sambil meneteskan airmata.

Jumat, 07 Maret 2014

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Desain grafis merupakan cabang ilmu dari seni visual yang tidak bisa lepas dari ilmu psikologi. Peran psikologi dalam desain grafis meliputi bagaimana seseorang secara psikis merespon tampilan visual disekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari teori psikologi sangat dianjurkan bagi desainer grafis untuk menciptakan tampilan visual yang cerdas dan efektif. Salah satu teori psikologi yang paling populer dan banyak digunakan dalam desain grafis adalah teori Gestalt.

 Gestalt merupakan sebuah teori psikologi yang menyatakan bahwa seseorang akan cenderung mengelompokkan apa dia lihat disekitarnya menjadi suatu kesatuan utuh berdasarkan pola, hubungan, dan kemiripan. Teori ini dibangun oleh 3 ilmuwan asal Jerman yaitu: Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler.


Gestalt dalam Desain Grafis

Gestalt banyak digunakan dalam desain grafis karena menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk. Prinsip-prinsip Gestalt yang banyak diterapkan dalam desain grafis antara lain adalah proximity (kedekatan posisi), similarity (kesamaan bentuk), closure (penutupan bentuk), continuity (kesinambungan pola), dan figure Ground.

1. Proximity (kedekatan posisi)
Objek-objek yang berdekatan posisinya akan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan.


Teori Gestalt dalam Desain Grafis
Objek-objek pada logo unilever diatas dipersepsikan sebagai sebuah kelompok (huruf 'U') karena memiliki kedekatan posisi satu sama lain.


2. Similarity (kesamaan bentuk)
Objek-objek yang bentuk dan elemennya mirip akan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan.


Teori Gestalt dalam Desain Grafis
Tiga segitiga di bagian bawah logo diatas sejatinya adalah bagian dari ikon burung di logo tersebut. Namun karena memiliki kesamaan bentuk dengan segitiga lain, objek tersebut dipersepsikan sebagai bagian kelompok segitiga yang membentuk lingkaran.


3. Closure (penutupan bentuk)
Suatu objek akan dianggap utuh walaupun bentuknya tidak tertutup sepenuhnya.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis
Kita dapat mengenali bahwa ikon pada logo WWF adalah seekor panda. Padahal, gambar tersebut tidaklah lengkap atau belum tertutup sepenuhnya.


4. Continuity (kesinambungan pola)
Objek akan dipersepsikan sebagai suatu kelompok karena adanya kesinambungan pola.


Teori Gestalt dalam Desain Grafis
Lingkaran-lingkaran diatas dipersepsikan sebagai suatu kelompok karena polanya berkesinambungan. Walaupun sebenarnya objek-objek tersebut terpisah satu sama lain.


5. Figure Ground
Sebuah objek bisa dilihat sebagai dua objek dengan permainan foreground dan background. Masing-masing bisa diidentifikasi sebagai objek tanpa harus membentuknya menjadi solid.


Teori Gestalt dalam Desain GrafisGambar diatas ini adalah gambar sebuah objek. Namun dengan memanfaatkan teori figure ground, gambar mampu menampilkan 2 buah objek (objek guci dan siluet wajah)


Gestalt menjelaskan bagaimana secara psikologi seseorang mencerna apa yang dilihatnya. Dengan memahami prinsip kerja kecenderungan persepsi visual manusia melalui Gestalt, desainer dapat memahami bagaimana fungsi sampainya suatu pesan terhadap audiens. -