Sabtu, 23 April 2016

Perilaku Konsumen "Jenis-jenis Keterlibatan"

1.      Jenis-Jenis Keterlibatan
Kecintaan seseorang akan sesuatu menunjukkan sebuah keterlibatan yang dapat membentuk perilaku. Contoh seorang programmer software memiliki misi mengunjungi Starbuck di dunia selama musim dingin. Ia sudah berhasil mengunjungi 10.00 outlet starbuck di berbagai negara, hingga saat ia mau mengunjungi starbuck di british Columbia ia rela menghabiskan uang $1,400 untuk segera sampai disana karena outlet itu akan segera tutup. Kebutuhan berpengaruh kuat dalam menentukan tingkat keterlibatan seseorang. Keterlibatan menjadi faktor penting yang membentuk perilaku konsumen dan menentukan keputusan dalam membeli. Konsumen dengan keterlibatan tinggi biasanya lebih paham terhadap produk sehingga mereka lebih berpengaruh terhadap iklan. Contoh iklan Nike atau Adidas yang menginspirasi kita untuk berolahraga lebih keras menjadi alasan kita untuk membeli. Berikut ini beberapa jenis keterlibatan:
v  Keterlibatan Produk
Keterlibatan produk mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya sebuah produk. Kuisioner-kuisioner yang diajukan oleh sales promotion ke konsumen adalah salah satu cara melihat tinggi rendahnya keterlibatan konsumen terhadap suatu produk. Jika keterlibatan terhadap suatu produk tinggi maka konsumen akan berpengaruh seperti muncul emosi yang kuat sehingga kemungkinan membeli produk juga semakin tinggi. Mengetahui dan mengukur keterlibatan konsumen terhadap sebuah produk sangatlah penting untuk diaplikasikan ke pemasaran.
v  Keterlibatan pesan-respon
Setiap platform media memiliki kualitas yang berbeda dalam mempengaruhi khalayak untuk memperhatikan apa yang mereka iklankan. Media televise memiliki keterlibatan rendah karena khalayaknya pasif, sebaliknya media cetak malah menjadi media dengan keterlibatan tinggi karena khalayak dapat memproses informasi, berhenti sejenak dan merenungkan apa yang menarik untuk dibaca. Seorang pemasar dapat meningkatkan motivasi atau keterlibatan seseorang melalui teknik-teknik sepreti menggunakan stimuli baru seperti sinematografi yang tidak biasa, gunakan stimuli yang menonjol, seperti musik yang keras, gunakan selebriti endorse karena pengaruhnya kuat, berikan nilai yang mengapresiasi konsumen, dan biarkan konsumen membuat pesannya sendiri dimana konsumen menggenaralisasikan pesannya pada produk-produk favorit mereka.
v  Keterlibatan situasi pembelian
Keterlibatan ini mengacu pada perbedaan motivasi selama proses berinteraksi dengan sebuah toko atau website. Salah satu cara meningkatkan keterlibatan ini dengan mewujudkan pesan saat konsumen akan membeli. Misalnya, merekomendasikan produk kepada pembeli sesuai dengan apa yang konsumen ambil atau amati di rak-rak toko. Keterlibatan ini berkaitan dengan kepentingan dan komitmen terhadap produk dalam bentuk loyalitas terhadap merek yang dipilih. Contoh: Di toko Jerman, Procter & Gamble menempatkan RFID tag pada produknya; ketika pembelanja mengangkat sebuah paket dari rak, maka RFID ini akan mengubah pesan pada layar digital di depan konsumen.Jika Anda menarik sampo untuk rambut tebal, layar merekomendasikan kondisioner terbaik. Jadi, keterlibatan situasional ini terjadi dalam waktu sementara dengan situasi yang spesifik.

2.      Values atau Nilai  
Nilai adalah keyakinan seseorang yang menyatakan bahwa kondisi yang lebih baik adalah yang tidak berlawanan. Contoh dalam dunia marketing adalah ketika seseorang yakin jika menggunakan produk dan layanan itu akan membuat mereka terlihat lebih muda. Konsumen mengkonsumsi dan membeli sebuah produk karena mereka yakin produk tersebut akan membantu mereka mencapai kebutuhan yang diinginkan. 2 orang yang vegetarian pasti memiliki keyakinan yang berbeda, bisa karena dia aktivis hewani atau karena peduli dengan kesehatannya.
Core Values / Nilai Inti     
Dalam menyajikan konten atau memperkenalkan sebuah produk, marketer harus sensitif terhadap nilai-nilai budaya karena norma tentang kesopanan, dan adat di berbagai daerah bahkan negara berbeda-beda. Agen-agen yang mensosialisasikan budaya adalah orangtua, teman, guru, dan juga media, kita mempelajari budaya-budaya ketika melihat nilai yang ada dalam sebuah iklan. Misal: strategi penjualan antara AS dan China berbeda secara signifikan. Iklan di AS cenderung menyajikan fakta-fakta tentang produk berorientasi kepemuda dan seks, sedangkan pengiklan Cina cenderung lebih fokus pada daya tarik emosional dan selalu menyentuh.

3.      Menghubungkan Nilai dengan Perilaku Konsumen  
Nilai tidak banyak membantu dalam memahami perilaku konsumen. Salah satu alasannya adalah bahwa konsep nilai sangatlah luas. Para peneliti mengidentifikasi empat nilai dominan yang mendorong pemilihan merek atau produk yaitu kebebasan, rasa memiliki, keunggulan, dan koneksi. Dalam beberapa hal nilai mendorong banyak perilaku konsumen, maka hampir semua riset konsumen pada akhirnya mengidentifikasi dan mengukur nilai-nilai. Berikut beberapa upaya khusus para peneliti dalam mengukur nilai-nilai budaya dan menerapkan pengetahuan ini dalam strategi pemasaran:
·         Dimensi budaya Hofstede. Instrumen yang dikembangkan Geert Hofstede (peneliti Belanda) ini memiliki 5 dimensi dalam membandingkan dan membedakan nilai-nilai:
1.      Power distance/kekuatan jarak
2.      Individualism: ke mana individu diintegrasikan ke dalam kelompok-kelompok
3.      Maskulinitas: distribusi peran antara jenis kelamin
4.      Penghindaran ketidakpastian: toleransi masyarakat untuk ketidakpastian dan ambiguitas
5.      Orientasi jangka panjang seperti hemat dan ketekunan, sedangkan nilai yang terkait orientasi jangka pendek adalah menghormati tradisi, memenuhi kewajiban social.
·         Survei nilai Rokeach
Nilai Survei Rokeach (seorang Psikologi) mencakup seperangkat nilai-nilai instrumental, atau tindakan yang perlu kita ambil untuk mencapai batasan nilai-nilai. Para peneliti pemasaran belum banyak menggunakan survei nilai ini karena masyarakat berkembang menjadi set yang lebih kecil, masing-masing mengatur sendiri nilai-nilai inti. Misalnya, di Amerika Serikat, sejumlah besar orang yang beriman kuat dan percaya dengan praktik kesehatan alami dan pengobatan alternatif. Rokeach membedakan nilai menjadi dua yaitu Nilai Instrumental dan terminal values (batasan nilai-nilai).
·         The List of Values
Instrumen ini mengidentifikasi segmen konsumen berdasarkan nilai-nilai anggota endorse dan hubungan nilai yang lain dalam membedakan perilaku konsumsi seperti rasa memiliki, kegembiraan, hubungan yang hangat dengan orang lain, dan keamanan. Misalnya, orang-orang yang mendukung rasa memiliki adalah orang yang lebih tua dan lebih mungkin untuk membaca Readers Digest dan TV Guide sedangkan mereka yang mendukung nilai kegembiraan adalah para pemuda lebih muda dan lebih memilih majalah Rolling Stone
·         The Means–End Chain Model

Model ini adalah sebuah pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai, model ini berasumsi bahwa orang-orang menghubungkan atribut produk yang sangat spesifik dengan batasan nilai-nilai (terminal values): sebuah perusahaan memilih beberapa alternatif agar produk yang ia ciptakan sesuai dan dapat diterima oleh sebuah negara yang jadi sasarannya.

Minggu, 04 Oktober 2015

Struktur Organisasi Media Cetak




Struktur organisasi ini berbentuk hirarki. jumlah anggota dalam 1 pimpinan disebut Span of Control. Span of Control juga bisa disebut sebagai batas jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara effektif oleh seorang manager.


Semakin banyak kepemimpinan, maka Span of Control-nya akan semakin lemah, namun semakin hirarki sebuah organisasi maka organisasi tersebut lebih demokrasi.
Metode-Metode Dalam Pengambilan Keputusan
Decision Tree
Decision tree adalah salah satu metode yang digunakan untuk megambil keputusan dengan menggunakan struktur pohon atau struktur kirarki. Metode ini cukup polpuler karena mudah di interpretasikan oleh manusia.

Dengan metode ini, akan ada eliminasi perhitungan-perhitungan yang tidak diperlukan, serta daerah-daerha yang pengambilan keputusannya rumit atau komples dapat di pecah menjadi lebih simple.

Contoh: pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk meningkatkan SDM-Nya. Perusahaan tersebut akan memilih meningkatkan SDM dari SDM dalam (yang sudah ada di perusahaan) atau peningkatan dari luar perusahaan. Untuk menentukan dan mengambil keputusan ini, perusahaan pasti akan memperhitungkan beberapa aspek seperti cost, profit, dll.

Dalam Tree Decision ini, proses pengambilan keputusan, hal yang harus diperhatikan diantaranya:
a.       Sumber daya yang di alokasikan. Hal ini berkaitan dengan waktu, karena waktu tidak akan bisa di ulang sehingga sumber daya yang dialokasikan harus sesuai.
b.      Keterbatasan
c.       Resiko dan ketidakpastian, dua hal ini saling berhubungan. Jika ketidakpastian dan resiko rendah maka peluang akan lebih ada dan dalam mengambil keputusan akan lebih musah.



Proses Pengambilan Keputusan dengan Mempertimbangkan Cost & Benefit
Metode ini digunakan dengan memperhitungkan besaran keuntungan dan kerugian yang akan dihasilkan dalam memutuskan sebuah hal. Dalam perhitungannya, analisis ini memperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan suatu program.


Dalam analisis benefit dan cost perhitungan manfaat serta biaya ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sesuai dengan dengan manfaat ekstualnya yaitu benefit cost (manfaat-biaya) maka analisis ini mempunyai penekanan dalam perhitungan tingkat keuntungan/kerugian suatu program atau suatu rencana dengan mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang akan dicapai. Analisis ini digunakan untuk menilai beberapa alternatif sumberdaya maupun program yang memiliki manfaat lebih besar atau lebih baik dari alternative lainnya.

Minggu, 13 September 2015

Make a Decision (manajemen media massa)


Dalam sebuah manajemen, termasuk manajemen media massa pasti ada sebuah perencanaan. Ada dua hal yang sangat penting dalam manajemen, yaitu merencanakan dan memutuskan. Dua hal ini bagaikan sebuah mata uang yang terdiri dari dua sisi namun tidak bisa dipisahkan dan saling berhubungan. Terkadang dua hal ini pun berjalan beriringan, tidak tahu hal mana yang harus lebih dulu berjalan.

Tetapi sebenarnya, keputusanlah yang lebih dahulu berlangsung. Kita bisa merencanakan sebuah hal jika kita sudah memutuskan sesuatu. Dan dalam perencanaan, kita akan menetapkan sebuah tujuan. Selain itu, di perencanaan selalu ada masalah-masalah yang berkaitan dengan waktu, tempat, anggaran atau biaya dan impelemntasinya sepeti apa.

Sebuah tujuan sudah ditetapkan ketika dalam proses perencanaan, setelah itu maka munculllah goal atau target yaitu tujuan yang diberi tolak ukur atau kriteria. Untuk mencapai target ini kita peru strategi yang didalamnya ada rencana-rencana mulai dari merencanakan kapan waktunya, tempatnya, anggaran, dan lain-lain. Ada yang disebut rencana biasa dan juga rencana strategis. Rencana strategis lebih memiliki resiko yang tinggi karena jika rencana strategis ini diubah maka akan memakan biaya yang lebih besar. Contohnya saja rencana strategis yang dibuat pemerintah untuk mengurangi kemacetan seperti pembuatan MRT di Jakarta yang sudah dimulai. Jika pemerintah ngin mengubah rencana pembuatan MRT sementara tiang-tiang betonnya sudah mulai dibuat maka biaya untuk mengubahnya akan lebih besar.


Untuk mencapai target kita harus memulai melakukan pengoleksian data, analisis dan menjadi data yang dapat kita gunakan sebagai alternatif  dalam mencapai target. Setelah ada beberapa alternative kita dapatkan, maka harus dipilih yang terbaik dan memungkinkan bisa digunakan dan di implementasikan. Tidak berhenti sampai disitu, kita juga harus melakukan evaluasi-evaluasi dalam setiap tahap agar kita dapat menemukan masalah-masalah yang menghambat pencapaian target, dari masalah-masalah inilah kita menemukan alternative-alternatif baru lagi untuk mencapai target uatama kita. Proses ini saling berkaitan dan membentuk sebuah roda yang disebut dengan roda pengambilan keputusan.

Selain itu, hal yang juga diperhatikan dalam pengambilan keputusan adalah sumber daya yang kita alokasikan, keterbatasan, resiko dan ketidakpastian. Resiko dan ketidakpastian adalah hal yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan jika resiko dan ketidakpastian rendah maka pengambilan keputusan akan lebih mudah, dan sebaliknya.

Jumat, 17 April 2015

Nenek Ahmad penjual sayur keliling, yang tidak mau membebani anak-anaknya

Aktivitas nenek yang menjual sayur di perumahan Cluster Michelia , Muntiani
Sesekali wanita tua itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung bajunya, ia terus mendorong gerobak sayurnya. Meski dengan hasil yang tidak sebegitu besar, ibu yang tinggal dengan seorang suami dan 1 cucu ini tidak pernah putus asa demi mendapatkan rezeki untuk hidup dengan keluarga kecilnya.
            Dinginnya udara subuh &terik matahari dzuhur yang menyengat kulit tidak lagi pernah dirasakan oleh nenek Ahmad untuk selalu berjalan mengelilingi kompleks perumahan Cluster Michelia ini dengan gerobak tua nya yang berisi sayur – sayur dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Sementara, ditengah dinginnya udara subuh meski banyak orang yang memilih kembali tidur, Nenek Ahmad tidak pernah menghiraukannya “mungkin allah bakal memberi yang lebih baik buat keluarga nenek nanti seperti keluarga yang lain dengan keadaan sekarang ini”, ujar nenek tua itu.
Tidak akan ada hal yang menjadi halangan untuk meneruskan aktivitas rutinnya untuk berdagang sayur keliling di kompleks – kompleks perumahan demi mencukupi kebutuhan hidupnya yang sudah ia geluti sekitar 5 tahun yang lalu. Setiap harinya hanya terlihat sisa – sisa rasa lelah yang tergambar di raut wajah keriputnya untuk melangkah satu demi satu. Nenek dari dua orang anak ini masih saja bisa bersyukur dengan kehidupannya yang sangat minim “ Alhamdulillah hidup sekarang ini sangat nyaman & aman tidak seperti penjajahan belanda dulu”, ujar nenek 75 tahun ini.
            Sepak terjal angkuhnya roda kehidupan yang nenek Ahmad lalui,sudah ia rasakan mulai dari ketika dia merasakan susahnya di zaman penjajahan Belanda duluhingga samapi saat ini, namun dia tetap bersikeras untuk tetap hidup tanpa membebani kedua anaknya. Ternyata wajah tuanya yang terlihat semakin keriput itu malah ingin ia habiskan untuk beraktifitas sehari – hari.
“Yur….yur,,,,sayuuur…..”! teriakan suara nenek yang terdengar di sekitar kompleks perumahan Cluster Michelia menandai telah dimulainya aktivitas berjualan sayur nenek 75 tahun ini. Dengan penghasilan kotornya yang hanya 40 – 50 ribu perhari dia mampu menghidupi diriya, suami serta seorang cucu laki – laki yang dari kecil ikut dengannya.  Suaminya lah yang selalu memberi semangat tanpa batas kepada ibu dari 2 orang anak ini, ia rela mejajakan dagangan sayurnya agar tetap bisa hidup dengan seorang suaminya yang sudah tak mampu lagi bekerja karena usia nya yang sangat tua.Begitupun dengan 1 orang cucu yang membantu perekonomiannya hanya dengan megumpulkan rosokan atau barang bekas.
Langit sudah terlihat mulai condong ke ufuk barat, wajah ibu dari 2 orang anak ini yang semakin merah menghitam karena terik matahari kini terlihat jelas, akhirnya nenek pulang dengan penghasilannya, meskipun belum semua sayur yang dimilikinya itu habis terjual. Aktivitas nenek 75 tahun ini tidak hanya putus setelah menjual sayur dagangannya saja, sesampainya dia dirumah wajah lelahnya hilang karena salam senyum dari suami pemberi seribu semangat itu. Masih ada sayur yang tersisa di gerobak tua &semakin layu, namun nenek tua itu tidak pernah menyia-nyiakan apa yang masih bisa ia nikmati, “kangkung ini sudah tidak bisa dijual, lebih baik di sayur sendiri saja” ujar nenek Rahmad sambil berjalan menuju ke dapur. Dari penghasilan kotornya 40-50 ribu, nenek 75 tahun ini tetap harus bisa menyisihkan uangnya untuk  belanja ke pasar Kelapa Dua yang lumayan jauh dari rumahnya demi melanjutkan hidupnya dengan berdagang sayur esok hari. Belum ada waktu dia untuk bernafas lega tanpa suatu aktivitas, seusai solat isya Nenek Ahmad harus kembali pergi kepasar demi mendapatkan sayur-sayur yang harga nya pasti sudah mulai turun untuk ia dagangkan besok.

Kehidupan yang seakan tidak adil untuknya inilah yang semakin membuat nenek Ahmad sabar dan selalu bersyukur akan kehidupannya ini. Terlahir dari keluarga yang nasib hidupnya hampir sama dengannya lah yang membuat nenek Ahmad tidak ingin membebani kedua orang anaknya, ” mana mungkin saya tega membebani mereka yang hanya bekerja sebagai pengumpul rosokan & penjual gado – gado saja”, kata nenek Rahmad sambil meneteskan airmata.

Minggu, 23 November 2014

Puisi

Sehelai Daun

Sungguh,
Pohon menjulang tinggi itu mungkin
tak pernah melirik dan

mungkin tak sempat menyapa

Terpanggang terik surya, terbakar mentari sore
terpaan angin dan hujan kerap datang
sinar matahari mulai menembus setiap celahnya

Namun,
Ia tak pernah membenci surya ataupun angin
yang membuatnya terenggut dari tangkai pohon
melepaskan pohon indahnya

Sehelai daun kering bergoyang berputar jatuh terserak
Menutupi luka tanah yang kering merekah
Berguguran dibelai angin senja bersusulan
Beradu dengan bumi

Meski kini hanya sampah belaka
Tapi daun masih punya rasa
Rasa ingin dicinta, disayang
Dan dimanja



Dalam Rajut Sang Kuasa

Dalam rajut Sang Kuasa, ku termenung
ah, apa ini adil
apa ini nikmat? Atau kasih?

Kau selalu bertanya-tanya dan menanyakan keadilan
Apa kau tau arti adil? Dan sudahkah adilmu pada TuhanMu?

Bangkitlah hatiku,
Bangkit dan berjalanlah seiring sang fajar
Kerana malam telah berlalu
Tenanglah dan Dengarlah Kidung Sang Kuasa Menggema,
menjamah dan merangkul kalbu


Teriak Riang Karena Punggung Terpanggang
Terang riang suara siang
Mengumbar ranah diantara malang
Hinggar kobar bakar pematang
Binggar liar lantakkan senang

Sekujur berliur
Keringat pedas mengguyur
Diantara rasa diantara raga
Tak elak penat buyarkan asa

Pahit memang
Tapi apalah ini hanya ngiang
Diantara fana tak memberi ceria
Diantara sementara singgah dunia

ESA...
Sembahku padaMU karna ku hampa
Tak berisi meski nyali membaji
Tak berdaya meski mata runcing mencaci

Ini hanya lantunanku
Diantara anugerah terik di punggungku
Diantara pedih guyur keringat pedasku
Diantara penat goyahkan tekatku


Jumat, 13 Juni 2014

Strategi Kompas MMM

Kompas MMM

A.    Strategi Kompas MMM
Kelompok Kompas Gramedia merupakan salah satu media giants terbesar di Indonesia yang di dalamnya meliputi : Koran Kompas, majalah, Kompas TV, Kompas. Com, dan lain-laim. Kompas Gramedia juga merupakan sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak pada bidang media massa yang didirikan pada tanggal 28 Juni 1965. Kompas Gramedia sebagai perusahaan media massa dan media Giants saat ini tidak hanya menyajikan berita dalam bentuk koran atau kertas, namun sudah memasuki tiga jenis konvergensi yaitu convergence to smartphone yaitu semua kebutuhan yang diperlukan manusia sudah ada dan bisa diakses dengan menggunakan satu perangkat, convergence to internet yaitu kemudahan mengakses internet lewat semua perangkat teknologi, dan convergence of the content of media to the internet yaitu sebuah konvergensi dimana semua konten bsa terhubung ke internet melalui internet. Ketiga jenis konvergensi ini ada di dalam media convergence yang juga mencakup tiga hal yaitu Multimedia, Multi Platform, dan Multi Channel (MMM). Dengan adanya Multimedia, informasi yang akan di publikasikan ke khalayak tidak hanya disajikan dalam bentuk tulisan, namun juga bisa disajikan dalam bentuk gambar, video, dan audio. Setelah itu dengan adanya media platform . semua informasi yang berbentuk multimedia itu bisa diakses melalui semua perangkat teknologi seperti smartphone, laptop, PC, dan lain-lain, sedangkan adanya media channel maka semua informasi pun dapat disajikan di dalam channel-channel yang banyak.  Tiga hal inilah yang diterapkan oleh kompas dalam mempublikasikan semua informasi terutama setelah dilakukannya Ekspedisi Cincin Api. MMM inilah yang dijadikan perusahaan Kompas Gramedia sebagai strategi untuk memperoleh keuntungan dan mencapai keinginan perusahaan. Learened dkk yang dikutip oleh Sitokdana menjelaskan bahwa strategi merupakan alat yang paling utama sebagai jalan memperoleh keuntungan dan keunggulan bersaing. Sama halnya dengan perusahaan media massa Kompas Gramedia yang pastinya ingin meraih keuntungan dan unggul dalam persaingan dengan perusahaan media massa lainnya. Sudah begitu banyak perjalanan bisnis yang dilakukan oleh Kompas Gramedia, mulai dengan adanya koran hingga kini  sampai pada penyajian berita berbetuk online yaitu Kompas. Com, mendirikan toko buku yaitu Gramedia, Kampus yaitu Universitas Multimedia Nusantara pada tahun 2005, dan lain-lain.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan situasi lingkungan bisnis di media, Kompas Gramedia pun mengarahkan bisnis media cetaknya untuk diarahkan ke media digital. Dengan demikian, sosok media digital pada perusahaan Kompas Gramedia pun ditampilkan melalui 3M yang telah dijelaskan di atas yaitu multimedia, multi platform, dan multi channel, hingga akhirnya dunia online dan dunia pertelivisian pun mulai dijajagi dengan membentuk Kompas Gramedia TV dan Kompas.Com. Dalam euphoria “digitalisme” salah satu ciri utama informasi yang tidak boleh dilupakan adlah kredibilitas. Kualitas informasi menjadi hal yang sangat krusial pada era digital. Kecepatan, kemudahan dan keindahan dalam dunia digital tidak semestinya menghilangkan kualitas informasi. Namun untuk tetap bersaing dengan perusahaan lain, Kompas Gramedia harus tetap melibatkan semua bisnisnya ke media digital agar mudah di akses khalayak. Oleh karena itu, ketika Kompas mulai menghadirkan informasi dalam multimedia, multi platform, dan multi channel, faktor kedalaman dan  keakurasian berita tetap dijaga dan dipertahankan agar tetap menjadi media massa sebagai medium yang paling tepat untuk mengkomunikasikan produk, jasa, dan informasi korporat kepada pasar yang paling potensial di tanah air.
Dari penjelasan dan pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Kompas MMM adalah suatu platform media massa yang mengkolaborasikan media cetak dan digital mulai dari bentuk produk, kanal distribusi dan cara mengaksesnya. Kompas MMM dapat dinikmati dalam bentuk teks, audio dan video (multimedia), bisa didapatkan dari loper koran dan internet (multichannel), dan bisa diakses melalui media cetak, komputer, tablet pc maupun smartphone (multiplatform). Menurut Sudarmadi (2012), strategi MMM yang digunakan oleh Kompas Gramedia dalam menghadapi perkembangan teknologi menyajikan konten multimedia (teks, gambar, audio, animasi) melalui berbagai channeldistribusi (baik distribusi fisik maupun virtual) ke dalam berbagai platform media (kertas, elektronik). Strategi MMM ini digunakan untuk tujuan menyajikan informasi secara cross media agar lebih komprehensif dan mendalam serta terjangkau seluas mungkin oleh khalayak pembaca.  Contohnya, Kompas menyajikan majalah mingguan digital “Jendela Indonesia” yang memperkenalkan kekayaan alam dan lingkungan sosial Indonesia, dengan media tablet pengalaman menarik membaca berita dalam konten multimedia interaktif dapat dirasakan (multi platform). Selain itu ada “Editor’s Choice” yang menyajikan berita pilihan harian Kompas yang disajikan dalam bentuk aplikasi tablet, terbit 5 hari dalam seminggu. Tidak hanya yang ada di internet, Koran Kompas juga memiliki inovasi terbaru dengan menghadirkan inovasi teknologi QR Code pada koran hariannya agar pembaca dapat mengakses informasi yang lebih kaya, lebih dalam dan mutakhir dalam bentuk teks, foto, video, serta dapat mengakses update berita terbaru. Kompas kali ini meyajikan segudang informasi tentang kekayaan alam, kebudayaan, Indonesia, dan lain-lain yang dikemas melalui MMM ( multimedia, multi platform, multi channel) tersebut dari hasil ekspidisinya yang bernama Ekspedisi Cincin Api yaitu sebuah perjalanan panjang dalam mengeksplorasi gunung berapi dan lempeng benua di Indonesia yang terjalin dalam lingkar Cincin Api Pasifik (http://www.kompas.tv/index.php/front/detail/3/25). Perjalanan dimulai dari Tambora, mengarungi kaldera Toba, mendaki puncak-puncak berapi lainnya yaitu Sinabung dan Sibayak, Krakatau, Agung dan Rinjani, Semeru-Bromo, Merapi-Merbabu, Galunggung, Kerinci-Dempo, Egon-Lawu, hingga Sangihe-Ambon; kemudian menyusuri lempeng benua Sesar Darat Sumatera dan berakhir di Mentawai dengan melibatkan banyak staf kompas mulai dari photographer, wartawan, pendaki, hingga ahli kegunungapian.

B.     Perbedaam MM-MP-MC
A.    Multimedia
Konsep multimedia berarti penyajian segala informasi dengan gabungan elemen-elemen yaitu teks, gambar, video, audio, dan animasi dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi (Hofstetter 2001).. Dengan adanya Mutimedia, koran edisi cetak bisa dibaca melalui komputer dalam bentuk kertas elektronik (electronic paper atau epaper) yang menyajikan informasi dalam bentuk gambar, video, audio dan teks, hal ini lah yang ada dalam strategi Kompas MMM. Sama seperti media cetak (print edition), e-paper edition juga punya pembacanya sendiri. Elemen yang berupa teks disajikan berupa tulisan dalam media cetak maupun media online. Gambar & foto biasanya disajikan dalam Koran Kompas cetak dan online sebagai pelengkap dan bertujuan membuat artikel menarik. Selain itu komponen berupa audio dan animasi ini juga ditampilkan dalam website dan televisi Kompas seperti di website www. Cincin Api.com dan televisi Kompas milik Kompas Gramedia.
B.      Multichannel
Multichannel berdasarkan strategi Kompas MMM berarti lebih cenderung pada banyaknya kanal yang digunakan untuk mendistribusikan berbagai informasi sehingga aliran berita Kompas bisa dinikmati melalui facebook, twitter, portal Kompas serta kompas.com (holding). Lewat jaringan KOMPAS.com berita-berita Kompas menjangkau (reach) audiens yang lebih luas lagi. Kompas.com merupakan salah satu penyumbang berita online terbanyak. Channel (kanal) lain bagi berita Kompas adalah situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter serta pada Online.
C. Multiplatform
Multiplatform dalam konteks strategi Kompas MMM yaitu macam – macam perangkat keras yang digunakan untuk menmenyalurkan sajian dari multimedia. Dengan elemen Multi platform berarti khalayak dapat mengakses berita Kompas melalui personal komputer (PC), laptop, blacberry, ipad, dan tablet lainnya, serta ponsel yang memiliki fasilitas internet dan bisa dijalankan di Operating System apa saja.

C.    Tantangan dalam Penyajian Konten agar Memenuhi Tuntutan MM-MP-MC
Tantangan bagi Kompas setelah meluncurkan Kompas MMM adalah menyelaraskan strategi bisnis dan strategi teknologi informasi (TI), karena di dalamnya sarat dengan rekayasa relative untuk mengolahnya. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan empat dari enam kriteria kematangan keselarasan strategi bisnis dan TI di Kompas berada di tingkat tiga (established and focused), yaitu kriteria komunikasi, otoritas, jangkauan & arsitektur dan keterampilan, pada tingkat ini perusahaan mulai mengakui keberadaan TI sebagai business enabler dan TI mulai berkonsentrasi pada otoritas, proses, dan komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis secara spesifik dan terfokus.
Jadi, tantangan terbesar Kompas dalam penyajian konten yang mencakup MMM yaitu dalam menentukan modal bisnis mengenai nilai investasi yang tidak kecil karena dalam strategi 3M memerlukan syarat akan teknologi yang baru. Tidak hanya modal yang besar tetapi tantangan dalam implementasi strategi 3M adalah bagaimana mendapatkan keuntungan dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui 3M, pengiriman konten dapat dilakukan secara massal, efektif, efesian, dan secara intensif.
Strategi 3M yang dilakukan oleh harian Kompas bertujuan untuk  memenuhi harapan masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi membuat terwujudnya harianKompas dalam bentuk digital atau e-paper. Selama masa sosialisasi, e-paper Kompasdapat di akses secara gratis oleh 300.000 pembaca, namun setelah akses gratis berakhir dan pembaca diminta membayar untuk berlangganan, jumlah pengakses tinggal 3.000 pembaca setia.
Tidak hanya dari segi pembaca, diperlukan pula tenaga kerja tambahan dalam menjalankan strategi 3M. tenaga kerja yang diperlukan adalah tenaga kerja yang ahli dibidang nya seperti ahli dalam bidang desain web dan juga programing.
Tujuan dari transisi dari akses gratis ke berlangganan bertujuan untuk menguji apakah public benar menghargai konten digital yang baik dengan membayar biaya berlangganan. Tujuan lain bila berhasilnya konsep ini adalah meningkatkan pendapatan Kompas.
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah persepsi mengenai konvergensi yang belum satu suara. Sebab sampai sekarang masih ada perbedaan sudut pandang mengenai konvergensi itu sendiri.

Namun, tetap saja Harian Kompas memandang perkembangan teknologi ini bukan sebagai ancaman melainkan peluang dengan meluncurkan Kompas MMM (Multimedia, Multichannel, Multiplatform) pada bulan Maret 2011. Secara garis besar rata – rata kematangan keselarasan strategi bisnis dan TI di tingkat tiga menunjukkan relative sudah matang dan selaras pada lingkup internal perusahaan, hal ini terbukti dengan adanya 12 produk Kompas digital sejak Kompas MMM mulai dikembangkan sejak tahun 2008.